Perihal ini berlangsung sesudah jumlahnya aduan penduduk akan mahalnya harga ticket pesawat untuk rute domestik. Penurunan ticket pesawat beritanya sekitar 20-60 %. Lantas apakah kata beberapa petinggi negara mengenai permasalahan tarif ticket pesawat yang mengambil alih perhatian penduduk dalam beberapa waktu paling akhir ini?
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi sikap kedewasaan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang turunkan tarif ticket penerbangan.
"Saya mengapresiasi INACA yang dewasa, memberi satu langkah supaya penduduk tidak cemas," kata Menhub Budi pada mass media di Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.
Menurut Menhub, untuk yang akan datang mesti lihat susunan cost yang berada di maskapai yaitu beban-beban yang perlu dijamin, seperti cost "leasing" pesawat serta mengkonsumsi bahan bakar avtur.
Wakil Presiden (Wakil presiden) Jusuf Kalla ikut juga mulai bicara. Dia menjelaskan pemicu kenaikan tarif ticket pesawat diantaranya sebab rekonsilasi kurs mata uang dolar Amerika Serikat pada rupiah, hingga punya pengaruh pada cost perawatan serta pembelian bahan bakar.
"Kita juga paham jika mereka (maskapai) membayar (dengan) dolar, beli pesawat dengan dolar, beli avtur dengan dolar; tetapi tarifnya (ticket) rupiah. Harus mesti ada banyak rekonsilasi dengan setahap," katanya.
Rekonsilasi tarif ticket pesawat itu mesti dikerjakan supaya pekerjaan operasional perusahaan penerbangan masih berjalan di dalam penguatan kurs dolar AS pada rupiah. Jika tarif ticket pesawat masih murah, lanjut JK, jadi hal tersebut dapat punya pengaruh pada lesunya industri maskapai hingga menyebabkan pada bangkrutnya perusahaan penerbangan.
Dengan efek itu, perusahaan penerbangan di Indonesia nanti bisa dikuasai oleh maskapai spesifik saja, hingga, hal tersebut nantinya juga bisa menyebabkan pada kenaikan tarif ticket pesawat.
"Jika kelak (ada) yang berhenti bagaimana? Tarif semakin lebih tinggi kembali, jika monopoli. Berhati-hati pun, kita mesti memperhitungkan unsur itu, unsur kebutuhan customer tetapi pun memerhatikan unsur perusahaan," kata JK.
Opini lainnya disampaikan Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dikutip Pada, Senin, 14 Januari 2019, Luhut menyebutkan, menjadi regulator, pemerintah miliki kewenangan untuk mengendalikam tarif penerbangan dengan ketentuan tarif batas atas serta bawah.
Dengan demikian, maskapai penerbangan tidak dapat bebas memastikan harga ticket pesawat terbang sebab tersangkut kebutuhan publik. "Jika tidak ditata serta diregulasi, ya bubar kelak kita semua," tukasnya.
Walau demikian, bekas Menko Polhukam itu pastikan, pemerintah tidak akan mengambil keputusan ketentuan tentang batasan tarif yang akan membuat maskapai tidak untung. Dia menjelaskan ketentuan diresmikan untuk kebutuhan bukan sekedar customer tapi pun buat perusahaan supaya masih beroperasi.
Sesaat Menteri Pariwisata Arief Yahya menyongsong baik penurunan tarif ticket pesawat domestik, sebab cost transportasi itu begitu memastikan orang akan tiba ataukah tidak ke tujuan wisata
"Alhamdulillah. Telah turun kembali. Saya belumlah cek ini hari, berapakah besarannya. Tetapi pada umumnya, yang diumumkan seputar 20-60 % dari tarif yang ada. Jadi telah kembali," katanya selesai acara BRI Mandeh Run di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.
Arief menjelaskan, penurunan itu berlangsung sebab dengarkan input dari penduduk. Kenaikan cost ticket pesawat dapat dikerjakan, seandainya perlahan serta tidak mendadak.
"Kita memahami, di lain sisi, cost operasional, terpenting bahan bakarnya mahal. Itu dimengerti oleh penduduk, tetapi kenaikan yang mendadak itu yang kurang dapat di terima. Tetapi saat ini, alhamdulillah telah turun," katanya mengenai tarif ticket pesawat domestik.
Baca juga:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar