Selasa, 08 Januari 2019

Brie Larson Pamer Kekuatan Captain Marvel di Trailer Baru

Film Captain Marvel kembali menggoda penggemar film superhero. Teaser trailer video film yang bakal tayang di bioskop mulai 8 Maret 2019 ini kembali dirilis. Marvel Studios menegaskan kembali kekuatan Captain Marvel dalam video singkat ini.

Video tersebut menunjukkan Brie Larson sebagai Carol Danvers, seorang pilot pesawat tempur berubah menjadi pahlawan super. Dia menunjukkan kepada Nick Fury bahwa ia dapat menangani dirinya sendiri di tengah perang yang akan datang.
Read more:


"Aku belum pernah melihat yang seperti ini," Fury mengaku kepada rekannya kemudian. Cuplikan itu juga merujuk pada pengaturan periode film, tahun 1990-an, seperti yang dicatat Fury kepada Danvers, "Grunge sangat bagus untukmu."

Untuk membuktikan bahwa dia bukan Skrulls yang berubah bentuk dan jahat, Danvers menembakkan foton untuk membuktikan pada Fury yang skeptis bahwa dia adalah salah satu dari orang baik.

Trailer baru ini juga menunjukkan sedikit lebih banyak peran Jude Law dalam film yang akan datang sebagai prajurit Kree. Captain Marvel disutradarai oleh kolaborator lama Anna Boden dan Ryan Fleck, yang juga menulis skenario dengan Geneva Robertson-Dworet dan Jac Schaeffer.

Lebih Kuat dari Thanos

Diwawancarai dalam E! Live from the Red Carpet, Brie Larson menyiratkan bahwa kekuatan Captain Marvel bisa dianggap sebanding bahkan lebih kuat dari Thanos, tokoh antagonis dalam Avengers: Infinity War.

"Dia sangat kuat. Dia bahkan bisa menggerakkan planet! Jadi bagi saya, ini seperti sejauh mana saya dengan kekuatan ini?" ujar Brie Larson seperti dikutip dari Cbr.com.

Rabu, 02 Januari 2019

Keindahan Pantai Carita di Banten yang Dulu Hanya Dianggap Mitos

Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018, mendorong peringatan BMKG agar wisatawan menghindari sejumlah pantai di Banten dan Lampung Selatan. Salah satunya adalah Pantai Carita di Banten.

Padahal, pantai yang berlokasi di Jalan Raya Labuan KM 10, Banten ini dalam situasi normal dan tidak terkena tsunami, selalu menjadi destinasi wajib saat liburan. Dari sekian banyak pantai yang terkenal di pesisir Provinsi Banten, Pantai Carita termasuk yang banyak disukai para wisatawan dalam maupun luar negeri.

Lokasinya yang tak jauh dari Jakarta membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi pada musim-musim liburan. Carita menawarkan panorama laut yang sangat indah. Bukan hanya pantai, tapi juga keindahan bawah laut yang luar biasa.

Penginapan di kawasan pantai Carita juga sering digunakan untuk tempat pertemuan, gathering, acara tahunan, maupun liburan tahunan sejumlah perusahaan dari berbagai daerah, terutama Jakarta.

Dirangkum dari beragam sumber, Pantai Carita bermula dari eksistensi hutan lindung seluas 95 hektare yang memiliki kekayaan flora dan fauna. Keadaan pantai yang landai disertai ombak yang masih bersahabat menjadikan pantai di Kabupaten Pandeglang ini menjadi destinasi wisata yang menawan.
Artikel Terkait:


Padahal, dahulu tak ada yang kenal dengan Pantai Carita ini. Orang hanya mendengar mitos dan desas-desus kalau di daerah Pandeglang ada sebuah tempat yang sangat indah dan menawan.

Berawal dari desas-desus itu, orang mulai cerita dari mulut ke mulut tentang suatu tempat yang begitu indah. Hal itu membuat banyak orang penasaran dan ingin membuktikan cerita itu. Ternyata cerita yang berkembang itu memang benar adanya.

Karena itu melalui SK Menteri Pertanian No. 440/kpts/UM/1978 tanggal 15 Juli 1978, Carita ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam. Pemerintah setempat meresmikan objek wisata tersebut dengan menamainya kawasan wisata pantai Carita.

Sejak itu, mulai banyak pengunjung mendatangi Pantai Carita hingga kemudian kawasan tersebut tumbuh pesat dan masih termasuk tempat wisata favorit sampai saat ini. Para pengunjung selalu diperingatkan agar selalu berhati-hati saat bermain ditepian pantai, karena sewaktu-waktu ombak di Pantai Carita bisa datang menerjang meski biasanya tenang.

Letak pantai Carita juga tidak terlalu jauh dengan kawasan wisata yang ada di Lebak, Banten. Selain wisata bernuansa pantai, Kabupaten Lebak juga menawarkan wisata sejarah dan budaya yang menarik untuk dikunjungi.

Misalnya saja, Pantai Sawarna yang cukup terkenal dan sering dijadikan lokasi untuk berselancar. Lalu, ada juga Pantai Bagedur yang tak kalah memikat dari Pantai Carita.

Pesona Pantai-Pantai di Kalianda Lampung Selatan Sebelum Dihantam Tsunami Selat Sunda

Dulu, Way Kambas boleh saja jadi satu-satunya wajah destinasi menawan di Lampung. Namun, seiring waktu, beberapa nama pantai di wilayah di 'ekor' Pulau Sumatera ini mulai muncul, termasuk sejumlah pesisir di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Di tengah popularitas yang mulai menanjak, sayang musibah nahas malah melanda kawasan ini. Kepala BPBD Lampung Selatan, I Ketut Sukerta. menyatakan, bersama dengan Rajabasa, Kalianda adalah kecamatan paling parah terdampak tsunami Selat Sunda, Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Beberapa nama pesisir yang disebut berubah wajah, lantaran tsunami adalah Pantai Maja, Pantai Kedu, Pantai Ketang, Pantai Laguna atau Alau-Alau, Pantai Bagus, Pantai Tanjung Beo, Pantai Sappenan, Hutan Mangrove Grand Elty, Pantai Kalianda Resort, Pantai Merak Belantung, Pantai Marina, dan Pantai Teluk Nipah.

Dari sebegitu banyak, mari mengintip pesona beberapa pantai di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, sebelum dihantam tsunami Selat Sunda. Dari yang cocok untuk penikmat matahari tenggelam, sampai spot insta worthy, berikut ulasannya seperti dilansir dari berbagai sumber.

Pantai Kedu

Berjarak hanya lima menit dari pusat kota Kalianda, Pantai Kedu dikenal akan pemandangan matahari terbenam yang sesekali jingga sepenuhnya, namun di waktu lain malah memperlihatkan ledakan warna lain nan memesona. Pemandangannya jadi kian dramatis dengan keberadaan shipwreck tepat di bibir pantai.

Dengan topografi cukup landai, pantai di Lampung ini cocok dijadikan destinasi bagi Anda yang ingin leyeh-leyeh berteman deburan ombak dan sepoi angin menyejukkan. Ditambah pemandangan berupa megah Gunung Rajabasa dan Krakatau di kejauhan, pesisir satu ini siap menambat hati siapapun yang sudi mampir.

Pantai Merak Belantung

Salah satu pesisir di wilayah Kalianda, Lampung Selatan, ini selalu jadi favorit wisatawan, terutama mereka yang membawa anak. Wajar saja, lantaran destinasi dengan bibir pantai cukup lantai ini sangat cocok dijadikan tempat untuk berenang dan bersantai.
Simak Juga:


Keseruannya ditunjang dengan ragam pilihan akomodasi yag berada tak jauh dari Pantai Merak Belantung. Kelengkapan ini membuat kawasan tersebut jadi destinasi favorit akhir pekan tak sedikit keluarga,

Pantai Teluk Nipah

Setidaknya ada tiga pantai di wilayah Teluk Nipah, yakni Pantai Sudul, Pantai Teluk Nipah, dan Pantai Marina. Ciri khas pesisir di sini adalah batu-batu besar yang menjorok ke laut. Ombaknya juga terbilang tenang dengan pemandangan menawan berupa tebing-tebing tinggi, serta pepohonan nipah yang rindang.

Dengan letaknya yang belum familiar bagi kebanyakan pelancong, Pantai Teluk Nipah disebut surga tersembunyinya Lampung Selatan. Cocok bagi Anda yang mendambakan ketenangan dan lepas dari aktivitas sehari-hari yang padat.

Inilah Tempat Wisata Selfie di 6 Kota Indonesia, dari Medan Sampai Bali

Wisata selfie semakin marak di berbagai kota di Indonesia. Di Bandung, Jawa Barat, misalnya, pada November lalu baru saja mempunyai tempat wisata selfie terbaru, yaitu This Is Me.

Kegemaran masyarakat terutama di kalangan anak muda, berswafoto dengan latar belakang tertentu menjadi hal biasa pada saat ini. Hal itu membuat kawasan wisata selfie semakin marak bermunculan di berbagai kota. Ada banyak jenis tempat untuk wisata ini.

Ada yang memang merupakan kawasan wisata, tempat rekreasi, museum atau bahkan memang dibangun khusus untuk wisata selfie. Berikut ini ada tempat wisata selfie di enam kota di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.

Centrum Million Balls, Bandung

Centrum Millions Balls yang terletak di Jalan Belitung, Bandung mempunyai ikon utama Big Pool Party yaitu Kolam Bola Terbesar di Indonesia yang memuat kurang lebih 1 juta bola berwarna oranye dengan luas kolam sekitar 500 m2. Untuk masuk ke lokasi ini, para pengunjung harus membuka alas kaki maupun barang lainnya yang bisa disimpan di dalam loker.

Setelah itu kita harus mengenakan kaus kaki khusus untuk masuk ke kolam bola. Kolam bola ini tak hanya disukai anak-anak, tapi juga remaja sampai orangtua. Selain itu, ada sekitar 20 spot Instagramable di tempat wisata selfie ini.

The Le Hu Garden, Medan

Kawasan wisata selfie juga menjamur di Sumatera, termasuk di Medan. Salah satunya adalah The Le Hu Garden di daerah Deli Serdang, Medan. Di tempat ini Anda bisa menjumpai taman bunga dengan beragam jenis warna. Lalu ada juga kolam, bangku, dan gazebo untuk bersantai.

Meski awalnya merupakan taman pribadi milik keluarga Hu, kerja keras pemiliknya telah menjadikan The Le Hu Garden sangat Instagrammable dan kemudian dibuka untuk umum. Berlokasi di Jalan Pendidikan, Kabupaten Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara ini buka dari jam 10.00 sampai 18.00 dengan tiket masuk sekitar Rp 10 ribu.

Alive Museum, Jakarta

Alive Museum yang berlokasi di Ancol ini mengkoleksi berbagai lukisan tiga dimensi dengan tema fantasi, travel, sirkus, horor, dan tema ekstrim.  Alive Museum Ancol ini merupakan cabang dari Alive Museum Korea yang juga terdapat di beberapa negara lain seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Cina, dan Turki.

Alive Museum juga dijuluki Madame Tussaud versi Indonesia, kaena mempunyai lebih dari 50 patung lilin tokoh-tokoh dunia. Nah, Anda bakalan puas ber-selfie ria di tempat yang terletak di Ancol Beach City Lifestyle Mall lantai 3 di kawasan Ancol, Jakarta Utara

Taman Pelangi Surabaya

Ada banyak kawasan wisata selfie di Surabaya, Jawa Timur. Misalnya saja Taman Pelangii yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani, Daya tarik utama tempat ini adalah 31 tiang yang disusun dalam pola lengkung menyerupai ruas daun dan mengeluarkan air yang membentuk kolam di bawahnya.

Meski buka dari jam 05.00 sampai 23.00 hanya dengan membayar tiket masuk Rp 2 ribu, untuk mendapat hasil foto terbaik di Taman Pelangi, disarankan datang sekitar pukul 17.00 – 21.00 WIB. Saat sore hari, Anda masih bisa mengabadikan pemandangan Taman Pelangi dengan pencahayaan alami.

Batu Night Spectacular (BNS), Malang

Ada banyak spot menarik untuk wisata selfie di Malang, Jawa Timur. Yang sangat khas dan unik adalah Batu Night Spectacular (BNS) yang terletak di Jalan Oro-Oro Ombo, Malang yang buka sampai tengah malam.

Berada di dataran tinggi membuat suasana malam semakin menarik. BNS buka dari pukul 15.00 – 24.00 WIB dengan harga tiket sekitar Rp 15 ribu, tapi di beberapa wahana memasang tarif tambahan dari Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu. Anda bisa menikmati berbagai wahana menarik seperti galeri hantu, rumah kaca, shake-house, ice-skating dan sepeda angin.
Read More:


Sepeda angin yang berada diatas area ini mengajak kita untuk melihat gemerlap Kota Batu di bawahnya. Anda juga bisa berfoto di Lampion Garden yang keren dan indah.

DMZ Bali

Objek wisata di Bali tak hanya pantai dan pemandangan alam yang indah. Ada juga kawasan wisata selfie yang menarik, contohnya Dream Museum Zone (DMZ) di Jalan Nakula, Legian.

Tempat ini merupakan tempat rekreasi di dalam gedung yang menampilkan berbagai gambar tiga dimensi, yang mana nantinya Anda bisa berfoto agar terkesan menyatu dengan gambar.Selain fashion dan gaya yang Anda perlukan adalah ekspresi untuk menjiwainya, agar menghasilkan gambar yang bagus,

Karena itu, ada beberapa orang pemanduyang akan mengarahkan gaya maupun angle pemotretan Anda. Di musim hujan seperti sekarang ini, DMZ Bali bisa menjadi tempat rekreasi dalam ruangan yang ideal. Harga tiket mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu.

Gua Cantik Gunungkidul untuk Liburan Akhir Tahun, dari Ngingrong hingga Kalisuci

Siapa bilang Gunungkidul hanya memiliki wisata pantai? Dengan bentuk topografi karst, salah satu kabupaten di Provinsi DI Yogyakarta ini memiliki sederet gua cantik untuk dieksplorasi.

Anda mungkin familiar dengan Gua Pindul, tapi Gunungkidul punya lebih banyak gua yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Gua Ngingrong.

Dikutip dari laman visitingjogja.com, gua ini terletak di Lembah Karst Mulo, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Gua ini merupakan gua berbentuk luweng/collapse dollin atau lebih dikenal dengan sinkhole dan membentuk gua horizontal. Tidak heran jika peminat wisata Gua Ngingrong merupakan pecinta wisata ekstrem.

Fenomena alam unik lainnya yang bisa ditemukan di sini, yaitu terdapat lafaz Allah di bagian tebing dan batu yang menyerupai orang yang sedang salat. Banyak juga bebatuan besar berwarna putih dan beberapa bebatuan sebesar gajah yang dihiasi tetesan air dari stalaktit dinding gua.

Selain turun langsung ke gua, rapelling tebing Ngingrong setinggi 80 meter, serta susur gua vertikal menuju telaga bawah tanah dengan tiga tingkat telaga, wisatawan juga bisa menjajal flying fox yang membelah lembah dengan ketinggian 90 meter. Cukup banyak bukan pilihan wisata ekstrem disini?

Gua Cerme

Sebenarnya, gua ini terletak di perbatasan Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, dengan Dusun Ploso, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Lokasi ini dulunya adalah tempat pertemuan para Walisongo untuk membahas dakwah Islam dan pendirian Masjid Agung Demak.

Goa Cerme berada di ketinggian sekitar 500 mdpl. Gua Cerme memiliki panjang 1,5 km dengan mulut gua berada di Bantul, sedangkan pintu keluar berada di Gunungkidul.

Sebelum masuk Gua Cerme diharuskan untuk melapor terlebih dahulu kepada pemandu karena terdapat percabangan yang membuat bingung di dalam gua. Untuk menelusuri Gua Cerme juga diperlukan beberapa perlengkapan yang bisa dipinjam dari tempat penyewaan di sekitar lokasi.

Selama menelusuri gua, pengunjung disarankan untuk mengikuti pemandu yang berada di depan barisan karena ada beberapa titik yang cukup dalam. Tidak hanya menawarkan keindahan stalaktit dan stalakmit saja, tetapi juga air terjun dan sungai bawah tanah yang mengalir di sepanjang gua.

Di dalam gua, selain dapat menikmati keindahan ornamen dinding gua yang bersinar ketika disinari lampu senter, pengunjung juga bisa melihatnya gua yang sering dijadikan tempat bertapa. Tidak heran saat di dalam gua akan tercium bau wangi dari dupa dan kemenyan.

Penelusuran sungai gua bawah tanah ini tidak memakai pelampung sehingga pengunjung yang datang disarankan membawa baju ganti karena di beberapa titik, ketinggian air bisa mencapai pinggang-dada orang dewasa. Jangan kaget pula ketika melihat orang beraktivitas di sekitar gua karena mereka menggunakan air gua untuk beraktivitas sehari-hari, terutama mencuci pakaian.

Gua Braholo

Berada di Dusun Semugih, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, Anda bisa menjangkau gua ini sekitar dua jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dari pusat Gunungkidul. Setelah itu, pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga karena lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 357 mdpl.

Sesampainya di mulut gua, suasana sunyi dan teduh akan menyambut para pengunjung. Kondisi gua cukup luas dengan batuan stalaktit di langit-langit dan stalakmit di bagian bawah. Tinggi langit-langit gua lebih dari 15 meter sehingga terang bila sinar matahari masuk.

Lantai gua sebagian besar tanah dengan lebar ruangan kurang lebih 39 meter dengan panjang 30 meter. Luas keseluruhan gua sekitar 1.172 meter persegi.

Kedalaman gua berbeda-beda akibat proses ekskavasi yang dilakukan oleh para peneliti pada 1994 sampai 2000. Dari informasi yang tertera di depan mulut gua, proses ekskavasi tersebut dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Jakarta yang dipimpin oleh Prof Truman Simanjuntak.

Dalam proses ekskavasi ini ditemukan beberapa tembikar, sisa biji-bijian hingga sisa-sisa fauna seperti rusa, monyet ekor panjang, musang, bahkan kulit kerang dan manik-manik. Ditemukan juga peralatan dari batu yang berasal dari 6-12 ribu tahun yang lalu.

Selain ditemukan sisa fauna, alat-alat batu, dan cangkang moluska, ditemukan juga kuburan 10 kerangka manusia purba dengan ras Australomesoid di Gua Braholo yang dipercaya sebagai nenek moyang manusia yang hidup di Yogyakarta.
Baca juga:


Gua Maria Tritis

Gua Maria Tritis merupakan gua yang terletak di antara perbukitan gunung kapur yang dijadikan tempat ziarah umat Katolik. Dinamakan Tritis karena adanya tetesan air yang selalu menetes di gua yang berlokasi di Dusun Bulu, Kabupaten Gunungkidul, Wonosari.

Awalnya, gua ini dianggap sepi dan angker sehingga tidak banyak orang yang berani memasukinya. Maka itu, gua ini dijadikan tempat pertapaan dan persinggahan oleh beberapa pangeran Kerajaan Mataram. Gua ini mulai dikenal oleh kalangan umat Katolik sekitar 1974, yaitu saat digunakan sebagai tempat Ekaristi Natal.

Sejak saat itu, nama gua ini diberi tambahan Maria menjadi Gua Maria Tritis yang menjadi tempat ziarah para umat Katolik. Keindahan stalaktit dan stalakmit semakin menambah khusyuk berdoa dan menjadi tempat perenungan indahnya ciptaan Tuhan.

Di sini tidak terdapat banyak ornamen, hanya patung Bunda Maria yang sedang berdoa dan sebuah salib besar serta beberapa deret bangku untuk berdoa. Sebelum memasuki Gua Maria Tritis, peziarah harus menyusuri jalan setapak membelah ladang jati. Selama perjalanan, pengunjung akan menemukan stasi-stasi yang berisikan diorama proses penyaliban Yesus.

Gaya Kasual Najwa Shihab di Liburan Akhir Tahun Bareng Suami

Tak hanya dikenal sebagai presenter dan pembawa acara talkshow, Najwa Shihab juga gemar berwisata atau traveling. Ia pun ikut memanfaatkan momen liburan akhir tahun dan menyambut tahun baru 2019 dengan melakukan traveling.

Seperti terlihat di akun Instagramnya, perempuan yang akrab disapa Nana ini diketahui sedang berlibur bersama sang suami, Ibrahim Sjarief Assegaf, dan keluarganya ke Selandia Baru. Mereka mengunjungi beberapa destinasi seru selama di sana.

Sebelum ke negeri Kiwi, Nana dan keluarga mengunjungi Phillip Island Nature Parks, destinasi wisata alam di Australia. Meski pergi bersama keluarga, Najwa Shihab juga menikmati momen romantis bersama suaminya yang selama ini jarang terekspos oleh media.

Di unggahan Nana pada 29 Desember 2018, pasangan yang sudah menikah sejak 1997 terlihat mesra saat Ibrahim memegang bahu istrinya. Dalam foto yang dituliskan berlokasi di Waitomo, Selandia Baru itu, Najwa mengenakan sweater dengan hoodie merah muda, topi oranye yang diletakkan di atas meja dan kacamata hitam disangkutkan di atas kepalanya.

Sedangkan sang suami memakai kaus biru dengan membawa tas ransel hitam. Waitomo sendiri dikenal dengan padang rumput yang luas dan indah. Wanita kelahiran 41 tahun lalu itu tampil kasual dalam foto-foto liburannya.
Baca juga:
  1. Jadwal Kapal Pelni Pangrango
  2. Harga Tiket Kapal Pelni

Salah satunya dengan mengenakan jaket dan celana biru, kaus merah muda dan sepatu kets hitam di Mitai Maori Village yang terletak di Rotorua. Najwa pun terlihat lebih santai dibandingkan gayanya yang selalu serius dan tegas saat membawakan acara di televisi.

Dilansir dari rotouanz.com, Rotorua termasuk kota yang paling banyak dihuni keturunan suku Maori, yang merupakan suku asli Selandia Baru.

Tempat ini banyak menawarkan wisata budaya dengan mengunjungi desa mereka dan menyakskan sejumlah pertunjukan budaya seperti tarian, nyanyian dan hidangan khas Maori seperti ayam panggang, irisan daging domba panggang dan kumara (sejenis ubi).

Lewat unggahan terbarunya, Senin (31/12/2018), Nana terlihat berada di sebuah danau di kawasan Taupo, dengan mengenakan jaket dan topi hitam.

Najwa Shihab menuliskan akan menghabiskan akhir tahun 2018 di kawasan yang terkenal dengan wisata bahari seperti memancing ikan dan ekspedisi naik kayak berpemandu. Beberapa akomodasi di Taupo, Selandia Baru, dilengkapi dengan kolam spa air panas alami.

Bahagianya Bunga Citra Lestari Saat Menikmati Keindahan Pantai Lanikai

Hawaii di Amerika Serikat dikenal memiliki pantai yang indah. Satu di antaranya pantai berpasir putih dengan air jernih, yaitu Pantai Lanikai. Destinasi wisata tersebut jadi salah satu lokasi yang dikunjungi Bunga Citra Lestari.

"A day at the beach (suatu hari di pantai)," tulis Bunga di Instagram pribadi,

Bersama sang suami, Ashraf dan putranya Noah, perempuan yang akrab disapa BCL tersebut terlihat menikmati keindahan Pantai Lanikai. Mereka bahkan berenang bersama mengisi liburan akhir tahun di sana.
Baca juga:


"Let the sea set you free (Biarkan laut membebaskan Anda)," tulis Bunga Citra Lestari dalam keterangan foto yang lain.

Pantai ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk berenang. Beragam aktivitas bisa dilakukan di tempat ini, seperti kayak, kano, berlayar, surfing, dan wind surfing.

Selain itu, pantai ini juga dikenal sebagai tempat terkenal untuk snorkeling karena memiliki taman-taman bawah laut yang sangat indah. Tak hanya itu, pantai ini juqa terbilang masih alami.

Dilansir dari portaloha.com, Selasa (1/1/2018), dalam dialek Hawai, "Lanikai" berarti "lautan surgawi", karena pantai ini banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Pantai ini sangat bagus untuk bersantai di pasir atau berenang di perairan yang jernih. Terletak di Windward Oahu, Pantai Lanikai adalah tempat nongkrong yang populer bagi penduduk lokal dan turis. Jadi, bawalah pakaian renang dan perlengkapan snorkeling untuk menikmati liburan di pantai, seperti dilakukan Bunga Citra Lestari dan keluarga.